PEKUNCEN, 12 Maret 2026 – Di tengah kesibukan mendidik generasi bangsa, para guru di Kecamatan Pekuncen memilih untuk memprioritaskan waktu bagi ibadah. Memasuki fase 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan fase krusial yang diyakini sebagai waktu terbaik untuk mendulang pahala sebanyak 40 pendidik dari berbagai jenjang, mulai dari SD, SMP, MTs, hingga MI se-koordinator wilayah, berkumpul di Gedung PGRI Cabang Pekuncen pada Kamis (12/3/2026).
Kegiatan bertajuk "Ngaji Bareng PGRI Cabang Pekuncen" ini menjadi wadah bagi para guru untuk mempertebal amal ibadah di penghujung bulan Ramadan. Kolaborasi antara PGRI Cabang Pekuncen dan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) ini terasa begitu istimewa, mengingat momentum 10 hari terakhir merupakan waktu yang sangat dinanti untuk meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Ketua Panitia, Dadang Solahudin, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya saat membuka acara pukul 09.00 WIB, menekankan pentingnya memaksimalkan sisa waktu Ramadan.
"Kegiatan Tadarus Al-Qur'an ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Di momen 10 hari terakhir ini, kita ingin mempertebal amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ini adalah wujud nyata kolaborasi PGRI Cabang Pekuncen dengan KKG PAI untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjadi bekal spiritual bagi kita semua," ujar Dadang dengan penuh khidmat.
Guru sebagai Teladan Karakter
Senada dengan hal tersebut, Ketua Korwilcam Dindik Pekuncen, Bapak Akhmad Sukaryanto, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Beliau berharap para pendidik tidak hanya sekadar membaca ayat, tetapi juga menghayati pesan moral di dalamnya.
"Kami berharap semangat dari lantunan ayat suci ini tidak berhenti saat kegiatan berakhir pukul 11.00 WIB. Momentum 10 hari terakhir ini harus kita jadikan titik balik untuk memperkuat karakter siswa melalui teladan nyata dari para gurunya. Jika gurunya dekat dengan Al-Qur'an, niscaya akan terpancar keteladanan yang baik di kelas," pesan Akhmad Sukaryanto.
Harmoni dalam Kebersamaan
Ruang pertemuan PGRI Cabang Pekuncen yang sedari pagi dipenuhi lantunan ayat suci, berubah menjadi suasana penuh haru saat jarum jam menyentuh pukul 11.00 WIB. Setelah tadarus bersama ditutup dengan doa, seluruh peserta saling berjabat tangan. Ritual sederhana ini bukan sekadar formalitas, melainkan simbol pembersihan diri dan penguatan ikatan persaudaraan (ukhuwah) antar-rekan sejawat.
Sesi foto bersama di halaman gedung menjadi penutup kegiatan yang penuh makna. Senyum yang merekah dari wajah para pendidik menggambarkan kepuasan batin setelah berhasil mengalokasikan waktu untuk "mengisi baterai" iman di penghujung Ramadan.
Bagi PGRI Cabang Pekuncen, suksesnya kegiatan ini adalah bukti bahwa semangat berbagi dan beribadah mampu menyatukan para pendidik lintas instansi. Semoga langkah kecil ini menjadi wasilah bagi para guru untuk mendapatkan keberkahan di sisa waktu bulan suci dan menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke sekolah nanti.
0 komentar