-->
    BLANTERORBITv102

    Solidaritas Tanpa Batas: PGRI Pekuncen Mulai Konfercab I, Bidik Guru Kompeten dan Sejahtera

    Sabtu, 30 Mei 2026

    Pekuncen, 30 Mei 2026 – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Pekuncen menggelar Konferensi Kerja Cabang (KONKERCAB) Tahun Pertama Masa Bakti XXIII di SD Negeri 1 Karangklesem, Kegiatan yang mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas, Tingkatkan Kompetensi, Kemandirian, dan Kesejahteraan Guru melalui Sinergi Organisasi” ini menjadi momentum penting dalam menyusun arah program kerja organisasi selama satu tahun ke depan.

    Acara dibuka secara khidmat dengan pembacaan basmalah yang dipimpin oleh Heni Mei D., M.Pd. Selanjutnya seluruh peserta menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars PGRI yang dipandu oleh Mira Subakti, S.Pd.SD, sebagai wujud semangat kebangsaan dan penguatan solidaritas organisasi.

    Ketua Panitia Pelaksana, Aminudin, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa Konferensi Kerja Cabang merupakan agenda strategis organisasi yang dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab dalam menyusun program kerja yang terarah dan terukur.

    “Konferensi kerja ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan organisasi selama satu tahun ke depan sekaligus sebagai instrumen untuk mengukur tingkat keberhasilan organisasi. 

    Aminudin menegaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini mencerminkan semangat kebersamaan seluruh anggota PGRI dalam meningkatkan kompetensi, kemandirian, dan kesejahteraan guru melalui sinergi organisasi yang kuat.

    Dalam sambutannya, Ketua PGRI Cabang Pekuncen, Ahmad Sukaryanto, M.Pd., menegaskan bahwa KONKERCAB merupakan agenda tahunan yang sangat penting untuk mengevaluasi dan merancang program organisasi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan anggota dalam setiap kegiatan PGRI.

    Pada kesempatan tersebut, Ahmad Sukaryanto menyampaikan bahwa PGRI terus memperjuangkan berbagai aspirasi guru, termasuk guru Kelompok Bermain (KB) yang hingga kini masih menjadi perhatian organisasi. Ia juga menginformasikan bahwa guru yang hingga 31 Desember 2026 belum masuk dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) masih memiliki kesempatan untuk melakukan penataan sesuai ketentuan yang berlaku.

    “Terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mendukung sehingga kegiatan hari ini dapat berlangsung dengan lancar,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan Kecamatan Pekuncen selaku Dewan Pembina PGRI menyampaikan amanat Camat Pekuncen yang memberikan apresiasi kepada PGRI atas kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik dalam memajukan dunia pendidikan di wilayah Pekuncen.

    Dalam amanatnya juga disampaikan pentingnya keterlibatan PGRI dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS). Pemerintah Kecamatan Pekuncen mengajak seluruh insan pendidikan untuk bersama-sama menyukseskan program pengembalian anak-anak putus sekolah agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

    Wakil Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Banyumas, Kasianto, S.Pd., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan sejumlah informasi strategis terkait perjuangan organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru.

    Ia menjelaskan bahwa program “Pasti Sekolah” yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen pendidikan. Selain itu, ia mengingatkan agar setiap permasalahan yang terjadi di lingkungan PGRI dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui mekanisme organisasi sebelum menempuh jalur hukum.

    Kasianto juga menyampaikan adanya peluang melanjutkan pendidikan Pascasarjana secara daring yang dapat dimanfaatkan oleh para guru untuk meningkatkan kompetensi akademik. Menurutnya, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) merupakan salah satu bentuk perjuangan besar PGRI dalam meningkatkan kualitas dan pengakuan profesi guru.

    Selain itu, PGRI juga terus memperjuangkan anggota IGTKI agar memperoleh kesempatan mendapatkan status impassing. Sementara untuk pendidik yang tergabung dalam HIMPAUDI, perjuangan masih terus dilakukan agar pemerintah dapat menerbitkan regulasi yang lebih berpihak kepada kesejahteraan pendidik PAUD nonformal.

    Pada kesempatan tersebut, Kasianto juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa yang telah memberikan dukungan berupa honorarium bagi guru Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak di wilayahnya.

    Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Maryono, S.Pd. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan seluruh peserta sebelum memasuki agenda inti konferensi kerja.

    Melalui KONKERCAB Tahun Pertama Masa Bakti XXIII ini, PGRI Cabang Pekuncen meneguhkan komitmennya untuk terus membangun solidaritas tanpa batas, memperkuat kompetensi dan kemandirian guru, serta memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik demi terwujudnya pendidikan yang lebih berkualitas di Kecamatan Pekuncen.